Aceh merupakan provinsi paling
barat Indonesia yang mempunyai tempat wisata yang menajubkan. Berikut tempat
wisata yang paling keren di Aceh, apa saja itu?? Ini dia.
1. Tugu Nol Kilometer, Sabang
Tempat ini berada di Sabang dan Anda akan mendapatkan sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Melangkahkan kaki sampai titik nol negara Indonesia. Tidak perlu bingung untuk mencari di mana titik tersebut, karena disini terdapat sebuah tugu yang menandakannya. Namanya Tugu Nol Kilometer. Disini Anda tidak hanya dapat berfoto saja, ketika Ada telah sampai di sana, Anda pun juga bisa mendapatkan sertifikat. Merupakan sebuah tanda bahwa Anda sudah pernah menjejakkan kaki di titik nol negara Indonesia. Di depan tugu, Anda dapat menyaksikan pemandangan dari Selat Malaka serta tebing di pinggiran Pulau Weh yang begitu memesona.
2. Iboih, Sabang
Siapa yang tidak kenal dengan nama Sabang. Sabang merupakan wilayah Indonesia paling barat yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Yang paling menonjol di Sabang yaitu pantai dan keindahan laut. salah satu yang terkenal itu Iboih
tempat wisata yang keren dan cantik terkenal dengan divingnya, salah satu
contohnya di daerah batu tokong, pulau rubiah, sea garden, dan lain-lainya. di
tempat-tempat tersebut memiliki keunikan tersendiri. Disini banyak tempat dive
dengan keindahan bawah lautnya dan sering dikunjungi oleh turis mancanegara
yang ingin diving disini.
3. Pantai Lampuuk, Aceh Besar
Pantai ini berada di Aceh Besar, tapi tidak terlalu
jauh kalau dari Ibu kota Nanggroe Aceh Darussalam, Yaitu Banda Banda Aceh. Dari
banda Aceh Hanya Sekitar Lebih Kurang 45 Menit perjalanan untuk bisa sampai ke
pantai lampuuk ini. pada saat hari libur, pantai ini sangat ramai di kunjungi
oleh wisatawan lokal maupun luar kota, dan bahkan manca negara. keindahan dari
pantai ini adalah pasirnya yang membentang luas dan air lautnya yang sangat
jernih. selain itu di tempat ini terdapat permainan-permainan air seperti salah
satu contohnya adalah banana bot.
4. Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh
Museum Tsunami Aceh ini lokasinya
terdapat di jalan Iskandar Muda Banda Aceh. Museum
yang juga termasuk ke dalam kategori "The World Tsunami Museum"
tersebut mempunyai luas sekitar 2.500 meter persegi yang lokasinya berada tepat
ditengah-tengah ibukota Provinsi Aceh. Gedung yang
diberi nama Rumoh Aceh as Escape Hill ini berwarna cokelat dengan tembok
berlubang-lubang. Jika diperhatikan dari atas akan tampak seperti gelombang
tsunami. Namun, bila diperhatikan dari samping akan tampak seperti kapal
lengkap dengan cerobong asap dan geladak yang luas sebagai ecape building. Museum
yang dibangun sejak 2006 oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nangroe
Aceh Darussalam-Nias ini menjadi lokasi pertama dan terlengkap menyajikan rekam
jejak tsunami. Di dalamnya terdapat video, foto, serta alat peraga tsunami. Museum
ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2008.
5. Monumen Aceh Thanks to the World
Monumen Aceh Thanks to the World terletak di Blang
Padang, tepat di depan Museum Tsunami Aceh. Monumen ini menjadi simbol syukur
masyarakat Aceh kepada relawan, LSM, lembaga-lembaga negara, perusahaan, sipil,
militer, baik nasional maupun internasional yang telah membantu Aceh
pasca-tsunami. Selain monumen, rakyat Aceh mengucapkan terima kasih mereka
kepada negara-negara tersebut yang telah memberikan kontribusi untuk
rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh melalui prasasti/plakat persahabatan. Disepanjang
jogging track yang mengelilingi lapangan Blang Padang sepanjang 1 Km, terdapat
53 “Plakat Thank You and Peace”. Plakat yang berbentuk kapal hampir tenggelam
itu merupakan bentuk terima kasih masyarakat Aceh kepada 53 negara dan
masyarakat dunia yang telah membantu Aceh pasca tsunami. Namun, kini lapangan
Blang Padang Banda Aceh telah berubah menjadi alun-alunnya kota Banda Aceh
semenjak lapangan ini di renovasi pasca kerusakan akibat gempa dan tsunami
Aceh.
6. Masjid Raya Baitulrahman, Banda Aceh
Masjid Raya Baiturrahman Banda
Aceh ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota
Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman
adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini
dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat
pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari
Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk
menuntut ilmu agama. Masjid ini merupakan salah satu Masjid yang terindah di
Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk.
Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan
terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Masjid. Masjid ini dapat
menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar,
rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar